Showing posts with label Relationship. Show all posts
Showing posts with label Relationship. Show all posts

Sunday, 16 December 2012

Bercinta di Pagi Hari Bikin Wanita Makin Cantik


Kebanyakan pasangan melakukan hubungan intim di malam hari dengan alasan terlalu tergesa-gesa saat pagi hari. Tapi tahukah Anda 'serangan fajar' ternyata banyak manfaatnya. Yang menarik untuk wanita adalah bikin makin cantik.

Menurut penelitian, orang dewasa yang memulai harinya dengan hubungan seks ternyata tidak hanya merasa lebih optimis menghadapi hari, tetapi juga membuat sistem kekebalan tubuh lebih kuat. Studi ini menunjukkan bahwa orang dewasa yang bercinta di pagi hari lebih sehat dan lebih bahagia, dibandingkan pasangan yang hanya memilih untuk memulai hari dengan secangkir teh dan roti. Selain menjauhkan tubuh dari penularan pilek atau flu, bercinta di pagi hari juga dapat meningkatkan kualitas rambut, kulit dan kuku. 

"Berhubungan seks di pagi hari melepaskan bahan kimia oksitosin, yang membuat pasangan merasa mencintai dan terikat sepanjang hari," jelas Dr Debby Herbenick, seorang ilmuwan dari Amerika, seperti dilansir Mid-day, Jumat (14/12/2012).

Menurut Dr Herbenick, yang juga penulis buku 'Because It Feels Good', bercinta di pagi hari membuat Anda lebih kuat dan juga lebih cantik juga. "Seks pagi dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh Anda dengan meningkatkan tingkat IgA Anda, sebuah antibodi yang melindungi terhadap infeksi. Dan itu melepaskan zat kimia yang meningkatkan kadar estrogen, yang meningkatkan tekstur kulit dan rambut," lanjut Dr Herbenick.

Studi lain menunjukkan bahwa manfaat tidak berakhir di sana. Sebuah studi di Queens University di Belfast menemukan bahwa melakukan hubungan seks tiga kali seminggu bisa mengurangi separuh risiko serangan jantung atau stroke. Sedangkan penelitian dari Universitas Nottingham mengungkapkan bahwa pria yang rutin bercinta pada usia 50 tahunan berisiko lebih rendah terkena kanker prostat.

Sumber : health.detik.com

Optimalkan Lidah untuk Mendapatkan Seks yang Seru


Setiap pasutri harus mengetahui berbagai variasi posisi dan sarana-prasarana yang diperlukan agar aktivitas ranjangnya tetap seru. Tapi sebenarnya ada beberapa trik untuk menyiasati hal ini, salah satunya dengan mengoptimalkan organ tubuh tertentu, misalnya lidah.

Usut punya usut, ternyata bagian tubuh yang satu ini memiliki potensi yang sangat besar jika digunakan dengan benar, terutama untuk memperbaiki kehidupan seksual sekaligus meningkatkan kepuasan bercinta Anda hingga sepuluh kali lipat.

Menggunakan lidah adalah salah satu cara yang luar biasa untuk mendapatkan ciuman yang penuh gairah. Bahkan lidah dapat merangsang bagian-bagian tubuh tertentu agar memunculkan gairah yang lebih tinggi pada pasangan, terutama saat foreplay. Foreplay tak bisa diremehkan begitu saja karena inilah faktor terbesar adanya orgasme yang hebat.

Jika Anda ingin memuaskan pasangan, mulailah menjilati jari-jari kakinya hingga perlahan-lahan naik ke dada. Dijamin ia akan ketagihan, bahkan sebelum ia tahu apa yang sedang Anda lakukan. Lagipula jari kaki adalah bagian yang sangat sensitif dan tak boleh diabaikan begitu saja karena dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan gairah pasangan.

Apalagi jantung pria terhubung langsung ke perutnya dan di perut terdapat salah satu erogenous spot pria yang sering diabaikan yaitu pusar padahal sensitivitasnya sangatlah tinggi. Gunakan lidah Anda untuk menjilat kedua bagian ini secara perlahan-lahan tapi stabil. Anda akan langsung melihat perbedaan respons pasangan saat itu juga.

Dada juga bisa jadi 'korban' eksperimen Anda berikutnya. Apalagi pria selalu membanggakan bentuk dadanya dan membuatnya merasa diinginkan justru bisa dijadikan cara jitu untuk menaklukkannya. Sentuhan pada dadanya pun bisa membuatnya merasa lebih percaya diri dan dihargai. Dengan kata lain, merangsang dada pasangan dengan lidah Anda dijamin akan menciptakan 'keajaiban' di dalam dirinya.

Yang terakhir, seperti dikutip dari Times of India, Senin (10/12/2012), lebih seru lagi jika Anda memakai lidah untuk 'menjelajah' area leher dan telinga pasangan karena sensitivitas keduanya yang juga sangat tinggi.

Sumber : health.detik.com

Ini Caranya Lalui Malam Pertama dengan Lancar


Di malam pertama setelah menikah seringkali pasangan merasa kikuk dan tak percaya diri untuk melakukan aktivitas seksual di atas ranjang, apalagi jika ditunjang dengan kurangnya pengetahuan tentang hal ini.

Tak perlu khawatir, Dr. Pulkit Sharma, seorang psikolog klinis dan terapis psikoanalisis dari Vimhans (Vidyasagar Institute of Mental Health, Neuro & Allied Sciences) India pun siap membantu Anda mempersiapkan ritual malam pertama. 

Simak 8 hal yang perlu Anda dan pasangan perhatikan sebelum melakukan seks pertama yang direkomendasikan Dr. Sharma seperti halnya dilansir timesofindia, Rabu (12/12/2012) berikut ini :

Keamanan itu nomor satu
Banyak orang yang merasa sangat emosional sekaligus bergairah ketika melakukan seks pertamanya tapi bukan berarti mereka bisa mengorbanan keamanannya sendiri hanya karena nafsu belaka. Selalu gunakan kondom untuk menghindari kehamilan yang tidak diinginkan dan penyakit menular seksual. Pastikan pasangan Anda juga peduli akan hal itu.

Jangan berharap terlalu tinggi
Meski banyak orang berharap seks pertamanya akan menjadi pengalaman yang tak terlupakan, tapi sebenarnya ekspektasi yang terlalu tinggi itu justru akan merusak malam pertama Anda, Anda pun akan merasakan patah hati dan kecewa. Pasalnya setiap orang butuh banyak waktu untuk belajar bercinta dengan baik atau memiliki skill bercinta yang sesuai harapan.

Nikmati foreplay-nya
Terkadang saking penasaran atau bersemangatnya, banyak orang yang ingin langsung ke puncak aktivitas seksual seperti penetrasi atau orgasme. Padahal kenikmatan bercinta itu justru terletak pada aktivitas foreplay. 

Manfaatkan waktu yang Anda dan pasangan miliki untuk menghangatkan sekaligus membuat diri Anda dan pasangan nyaman dengan foreplay. Bahkan untuk seks yang baru pertama kali dilakukan, semakin banyak foreplay-nya maka aktivitas seks Anda akan semakin baik.

Pastikan Anda cukup terangsang sebelum bercinta
Jika tidak, seks pertama itu akan terasa menyakitkan dan terasa seperti bencana.

Jangan anggap si dia itu ahlinya
Sama-sama baru pertama kali bercinta, tentu janganlah berasumsi jika suami Anda adalah ahlinya, kendati mungkin si dia suka menyombongkan diri tentang hal ini. Padahal dia melakukannya hanya karena merasa malu mengakui bahwa dia merasa tidak aman dan kurang berpengalaman.

Komunikasikan keinginan Anda dengan pasangan dan pastikan bukan salah satu pihak yang selalu memimpin. Lagipula bergantian memimpin jalannya aktivitas seksual akan semakin menambah keintiman pasangan dan ketertarikan seksual antara satu sama lain.

Pura-pura puas akan kecewakan pasangan
Masalah semacam ini seringkali terjadi pada pasangan menikah, meskipun mereka mengaku hal ini dilakukan demi memuaskan pasangannya. Padahal jika pasangan mengetahuinya, dia akan merasa malu dan kecewa karena dibohongi yang nantinya akan berakhir pada rusaknya pernikahan.

Jadi pastikan Anda tidak berpura-pura mencapai orgasme, apalagi pada seks pertama Anda.

Orgasme itu relatif
Walaupun orgasme telah lama diketahui dapat meningkatkan kepuasan bercinta, Anda masih bisa menikmati aktivitas seksual tanpa hal ini. Untuk itu, tak usah berharap Anda atau pasangan mencapai orgasme karena orgasme bukanlah ukuran kepuasan bercinta yang sebenarnya tapi lebih kepada proses menuju orgasme itu sendiri.

Jika orgasme bisa terjadi itu merupakan hal yang baik tapi jika sebaliknya, ikuti arus saja dan nikmati pengalaman pertama itu.

Sensitif
Pertama kali bercinta mungkin rasanya akan menyakitkan tapi itu bukan berarti Anda atau si dia bukanlah pasangan yang baik hingga tega menyakiti pasangan. 

Jadi jika Anda atau si dia merasakan kesakitan, bersikaplah terbuka dan jujur dalam mengkomunikasikannya, jangan ada yang ditutup-tutupi. Pasangan yang sensitif tentu akan memahaminya dan menjaga satu sama lain dengan sebaik-baiknya.

Sumber : health.detik.com

Cara Mengusir Kecemasan Pria Saat Bercinta


Kecemasan terhadap kinerja seksual adalah salah satu masalah yang menghambat kehidupan seks dan lebih sering terjadi pada pria. Hal ini mungkin serupa dengan kecemasan biasa, tetapi kecemasan terhadap kinerja seksual lebih mengganggu hubungan seksual.

Seorang pria yang terlalu menekankan pada hasil akhir, kinerja, dan kekhawatirannya mengenai hal tersebut mungkin mengembangkan kecemasan kinerja seksual. Berbeda dengan pria, wanita melihat seks sebagai sarana untuk membangun kedekatan dan keintiman dalam suatu hubungan, sehingga wanita tidak akan mengalami kecemasan atas kinerja seksual.

Sebaliknya, beberapa pria menganggap aktivitas seksual sebagai ujian untuk membuktikan kejantanannya. Untuk mengatasi kecemasan kinerja, pria harus mengubah mindset-nya dan harus menyadari bahwa seks bukanlah tentang melakukan, memenuhi tenggat waktu atau telah sesuai dengan standarnya.

Seperti dilansir onlymyhealth, Kamis (13/12/2012), pria perlu melakukan 4 hal ini agar mampu mengatasi kecemasan kinerja seksualnya:

Atasi stres
Seringkali kecemasan atau stres oleh masalah eksternal di luar hubungan suami istri dapat menyebabkan kecemasan kinerja seksual. Mungkin juga akibat stres yang dirasakan tubuh akibat konsumsi alkohol atau kopi yang berlebihan, atau paparan nikoton rokok.

Cobalah tetap tenang dalam menghadapi situasi stres dan memilah-milah stres dengan melakukan perubahan gaya hidup menjadi lebih sehat agar kehidupan seks tidak ikut terganggu.

Jangan terlalu memaksa
Apa yang Anda pikirkan memiliki kaitan yang erat dengan aktivitas seksual. Jika pikiran tidak bersedia untuk menikmati aktivitas seksual, kecemasan kinerja akan semakin menjauhkan diri Anda dari seks yang berkualitas.

Sikap yang tepat adalah kunci untuk mengatasi kecemasan kinerja selama seks. Pria membutuhkan kepercayaan diri yang merupakan prasyarat untuk menikmati seks. Selain itu, alih-alih berusaha dengan keras agar seks dapat memuaskan pasangan, Anda harus mencoba untuk membiarkannya mengalir dengan alami.

Santai dalam menghadapi seks
Jangan menyalahkan diri sendiri jika sesuatu tidak berjalan seperti yang diinginkan. Aktivitas seksual diatur oleh pikiran bawah sadar, sehingga usahakan agar badan tetap rileks ketika melakukan hubungan seksual. Pria dapat memuaskan pasangan dengan mudah jika dirinya merasa nyaman. Tetap santai dan tidak tergesa-gesa, tapi menikmati suasana bercinta.

Anda dan partner
Kecemasan saat berhubungan seks mungkin juga timbul karena rasa tidak nyaman dari pasangan. Oleh karena itu, Anda dan pasangan perlu mengatasi kecemasan kinerja seksual sebelum terlibat dalam setiap aktivitas seksual.

Selain itu, jangan memaksakan untuk melakukan seks jika kedua belah pihak masih diliputi kecemasan. Anda dapat membuat pasangan merasa nyaman dalam berbagai cara seperti dengan saling membelai, menyentuh dan berpelukan. Gerakan ini membantu Anda agar dapat meningkatkan kualitas komunikasi dengan pasangan yang dapat memberikan kenyamanan.

Sumber : health.detik.com

Tuesday, 11 December 2012

Posisi Bercinta yang Cepat Membakar Kalori


Seks juga bermanfaat untuk refreshing, dan meredakan stres. Yang lebih menyenangkan, beberapa posisi saat bercinta ternyata juga bermanfaat sebagai gerakan olahraga untuk membakar kalori. Nah, jika tak sempat berolahraga, Anda bisa membakar lemak lebih banyak dengan bercinta.



Misionari
Banyak perempuan yang beranggapan bahwa posisi ini kurang nyaman, karena pasangan berada di atas Anda. Ketika melakukan posisi ini, Anda harus punya kekuatan menahan beban tubuh pasangan. Tetapi posisi ini sebenarnya menguntungkan karena bisa menjadi semacam latihan untuk membentuk otot bagi Anda.

"Posisi ini bisa berguna sebagai latihan kekuatan dan membentuk otot," ungkap Stacy Berman, pelatih fitnes dari Stacy's Boot Camp. Senada dengan Stacy, Patti Britton, penulis buku The Art of Sex Coaching, juga mengungkapkan bahwa posisi ini mampu memperkuat otot inti tubuh dan panggul.

"Biasanya perempuan cenderung mengandalkan punggung untuk merespons pasangannya saat melakukan posisi ini. Agar lebih sensual dan membakar kalori lebih tinggi, sebaiknya angkat panggul Anda, bukan punggung. Posisi ini juga bisa melatih otot bokong dengan baik. 

Doggy style
Sama halnya dengan posisi misionari, penetrasi dari belakang menuntut Anda mempunyai kekuatan lebih untuk menahan beban pasangan sekaligus menstabilkan diri agar tidak jatuh. Posisi ini akan melatih paha depan dan otot-otot pinggul dan bokong Anda.

Anda juga bisa memodifikasi gaya ini untuk melatih otot lengan pada saat yang sama. "Jika biasanya posisi tangan hanya tegak lurus di ranjang, cobalah untuk posisikan tangan Anda lurus bersandar ke dinding (seperti mendorong). Ini akan membantu bahu dan tubuh bagian atas lebih kuat," ungkap Berman.

Cowgirl
Dengan posisi cowgirl, Anda bisa melatih otot bokong dan otot inti tubuh. "Posisi ini sama seperti menunggang kuda. Anda bisa melenturkan perut bagian bawah dan otot panggul," ungkap Yvonne K. Fulbright, penulis buku Touch Me There. Ia juga menyarankan untuk menumpukan berat badan pada paha dan betis dan menekannya ke arah perut bisa memberi beban pada otot paha. 

Lotus
Posisi ini sebenarnya hampir sama dengan misionari, hanya saja lotus dilakukan dengan posisi duduk. Salah satu pasangan akan bertindak sebagai pasangan pasif. Gaya bercinta ini membutuhkan otot yang kuat untuk bergerak lincah, dan fleksibilitas tubuh. Gaya ini bisa digunakan untuk melatih kelenturan dan kekuatan otot untuk menstabilkan tubuh.

Berdiri
"Gaya ini merupakan salah satu posisi yang sangat menantang karena Anda harus membiarkan pasangan untuk mengangkat Anda dengan beberapa cara," kata Britton. Dalam posisi ini, Anda bisa melatih keseimbangan tubuh dan kekuatan kaki. Jika si dia mengangkat tubuh Anda dan Anda mengaitkan kaki di belakang tubuhnya, maka Anda bisa melatih kekuatan lengan Anda untuk menahan bobot tubuh. 

Jembatan
Pada posisi ini tubuh Anda akan menghadap ke atas dengan tumpuan di tangan dan kaki (mirip posisi kayang). Semua ahli seks setuju bahwa pose ini hanya bisa dilakukan untuk Anda yang punya tangan dan kaki yang kuat. "Tidak semua perempuan bisa melakukan hal ini, karena butuh kestabilan dan kekuatan tubuh tingkat tinggi sampai mencapai orgasme," ungkap Britton. 

Gaya ini akan membantu Anda untuk melatih kekuatan, kestabilan tubuh, serta pembakaran kalori yang lebih tinggi. Selain itu, otot bokong, paha dalam, serta otot bisep, trisep, dan perut, juga bisa terlatih lebih kuat. Britton menyarankan untuk mengganjal punggung dengan tumpukan bantal agar tubuh tidak sakit. 

Panah
Posisinya sama seperti posisi jembatan, hanya saja pada posisi ini Anda tidak bertumpu pada tangan, melainkan bahu Anda. Risikonya, otot bahu jadi lebih tegang dibandingkan posisi jembatan. "Posisi ini terbilang lebih sulit karena Anda hanya punya sedikit tumpuan untuk menahan tubuh," jelas Fullbright. Namun, posisi ini punya keuntungan dalam melatih otot inti (mulai bawah dada, perut, pinggang), pinggul dan bokong, dan paha.

Lunges
Saat di gym, biasanya orang paling malas jika harus melakukan gerakan lunges karena Anda harus menopang tubuh melalui kaki yang ditekuk ke depan. Tetapi lain halnya jika dilakukan di atas ranjang.

Sesuai namanya, dengan posisi ini Anda bisa duduk di atas tubuh si dia dengan satu kaki di sisi tubuh dan kaki lainnya diluruskan ke belakang. Posisi ini sangat baik untuk melatih kaki, paha belakang, otot inti, dan bokong.

"Posisi ini juga akan berfungsi sebagai latihan stabilitas, melatih otot paha luar dan dalam, serta pinggul," saran Berman. Ia juga menambahkan gaya ini sangat baik dilakukan orang yang sehari-hari terlalu banyak duduk, karena bisa digunakan sebagai latihan peregangan.

Sumber: fitnessmagazine.com

Thursday, 29 November 2012

4 Strategi Hadapi Anak yang Melawan


Tingkah anak yang membantah atau melawan tentu kerap membuat orangtua naik darah. Misalnya, menolak tidur, tidak mau makan, menunda-nunda saat diminta mandi, merengek karena permintaannya membeli sesuatu di mall tidak dikabulkan, atau tak mau dilarang ketika memanjat-manjat pohon.

Wining Rohani, MSi, psikolog dari Sanggar Kreativitas Bona Jakarta, mengatakan sikap melawan orangtua biasanya dilakukan anak karena temper tantrumTemper tantrumadalah letupan kemarahan anak yang sering terjadi saat anak menunjukkan sikap penolakan. Perilaku ini diikuti dengan tingkat menangis, berguling-guling di lantai, menjerit, melempar barang, memukul, menendang, dan lain-lain.

Menurut Wining, saat hal itu terjadi, orangtua harus menunjukkan otoritas. "Tentu bukan dengan kekerasan, melainkan dengan memegang erat si anak dan minta dia untuk belajar menyampaikan keinginannya dengan baik. Perlu diingat, jangan mengabulkan permintaan anak hanya karena merasa malu dengan tangis atau teriakannya di depan umum," jelas Wining.

Tetapi perlu diingat, untuk dapat mengontrol emosi anak, orangtua harus bisa mengontrol emosi mereka lebih dulu. Anda harus memberikan contoh yang baik agar ditiru anak. Berikut beberapa sikap yang disarankan Wining pada orangtua saat menghadapi anak melawan:

1. Tetaplah bersikap tenang, jangan sampai terpancing emosi. Usahakan agar orang di sekitar juga bersikap demikian, misalnya suami atau orangtua.

2. Setelah emosi anak menurun, dekati perlahan. Peluklah erat dengan penuh kasih sayang agar anak merasa nyaman dan aman. Ketika sudah tenang, tanyakan dengan lembut mengapa dia melawan.

3. Sampaikan pada anak bagaimana sikap yang baik dan positif. Jangan menyudutkan atau menyalahkannya. Satu hal yang perlu diingat, gunakan selalu bahasa yang lembut dan halus. Jangan mengumpat atau memarahi dengan bahasa kasar.

4. Setelah kejadian anak melawan itu berlalu, jangan diungkit-ungkit atau dingat-ingat terus. Anak bisa malu atau kesal. "Anda juga tidak perlu memberikan hadiah dalam bentuk barang sebagai bentuk penghargaan karena dia sudah tidak melawan. Yang penting, beri cinta dan rasa aman," tegas Wining.
Sebenarnya orangtua dapat meminimalisasi munculnya sikap melawan dari anak. Caranya? Kenali betul kebiasaan-kebiasaan buah hati. Perhatikan kapan emosi si anak muncul dan bagaimana ekspresinya ketika bereaksi. Dari situ bisa diperkirakan sikap yang harus diambil.

"Kalau anak selalu melawan saat sedang lelah atau habis bermain, jangan memintanya melakukan sesuatu pada saat seperti itu. Tentulah dia akan membantah atau melawan," papar Wining. Tetapi tentu tidak setiap saat orangtua bisa menunggu mood anak. Oleh karena itu, yang perlu selalu diingat, orangtua harus menjalin hubungan dan komunikasi yang baik dengan buah hati. Buatlah mereka merasa aman dan nyaman. Dengan begitu, anak-anak pasti akan lebih percaya dan mau mendengarkan omongan orangtua.

Sumber : female.kompas.com

Senyum Pria Bikin Wanita Gampang Luluh


Bayangkan kalau Anda sedang bete mengerjakan tugas-tugas di kantor, tiba-tiba atasan Anda memanggil untuk memberikan tugas tambahan. Saat Anda bersiap untuk mengkomplain tugas baru tersebut, si bos sambil tersenyum meminta Anda untuk segera melaksanakannya. 

Wow... rasanya Anda langsung ingin berbalik meminta maaf karena keburu marah-marah.

Kalau Anda luluh ketika si dia memamerkan senyuman terbaiknya, tak usah heran. Penelitian dari University of Granada menunjukkan, perempuan cenderung akan mematuhi pria jika pria memancarkan senyumannya pada mereka. Reaksi para perempuan ketika berinteraksi dengan rekan-rekan pria dalam berbagai kesempatan ini sempat direkam oleh para peneliti.

Dalam salah satu eksperimen, pria ditempatkan pada posisi yang dominan dan memberikan perintah. Pada saat seperti itu, perempuan akan lebih menaati perintah bila pria tersenyum pada mereka. Selain itu, perempuan tampaknya juga menempatkan dirinya di sisi yang penurut ketika pria tersenyum pada mereka. Perilaku pria tersebut dianggap sebagai kehangatan, dan menjadi penyebab mengapa perempuan menanggapinya malu-malu.

Penemuan ini  kemungkinan besar disebabkan perempuan lebih bergantung pada bahasa tubuh ketika membuat keputusan.

"Bahkan ketika ada ketidakcocokan antara apa yang dikatakan dan apa yang disampaikan pria melalui bahasa tubuhnya, perempuan akan memilih untuk menilai bahasa tubuhnya," ungkap pakar bahasa tubuh Patti Wood. "Kalau mereka melihat senyuman, maka interaksi yang terjadi akan lebih menyenangkan."

Patti sendiri menyarankan pada kaum perempuan untuk tidak cepat luluh dengan senyuman pria, khususnya ketika berada di tempat kerja. Untuk mencegah Anda dimanipulasi oleh senyuman mereka, sebaiknya Anda menghindari diri ikut tersenyum. Sebab, tersenyum malah membuat posisi perempuan terlihat makin rendah.

"Kalau Anda tersenyum saat memberikan pernyataan yang penting, itu membuat pernyataan Anda semakin lemah, " ujar Patti. "Pikirkan bahasa verbal sebelum Anda merespons. Jika pria mengatakan sesuatu yang seksis an Anda malah tersenyum, ia akan merasa hal itu boleh-boleh saja."

Secara keseluruhan, Patti menyarankan agar kaum perempuan tidak lagi hanya mengandalkan bahasa tubuh pria untuk membuat keputusan. Lebih jauh, mereka harus waspada dengan bahasa tubuh mereka sendiri.

Sumber : female.kompas.com

Tuesday, 27 November 2012

5 Kebiasaan Buruk Pasangan dalam Berkomunikasi


Kemauan mendengar dan berkata yang menunjukkan
sikap  menghargai perlu dimiliki pasangan
Pentingnya membangun komunikasi positif dalam hubungan berpasangan, telah berkali-kali disebutkan dalam berbagai penelitian menyangkut hubungan juga pernikahan. Banyak riset yang juga menunjukkan, minimnya komunikasi merupakan salah satu penyebab perceraian.

Menurut Deb Dutilh, relationship coach, berikut kebiasaan buruk pasangan dalam berkomunikasi yang berkontribusi terhadap rusaknya hubungan, bahkan memicu perceraian:

Berpura-pura
Berapa kali Anda bilang "Iya" padahal sebenarnya Anda ingin mengatakan "Tidak"? Apakah Anda juga kerap mengatakan, "Saya tidak tahu" karena takut dikritisi, ditolak, atau dihakimi? Saat Anda terbiasa menerima segala hal yang berlawanan dengan hati kecil Anda, memilih diam untuk mencegah terjadinya perselisihan, maka Anda tengah menyimpan rasa dendam dan kebencian.

Menutupi perasaan dan tak memercayai pasangan untuk bersikap lebih dewasa menerima kata "Tidak" dari Anda, takkan membuat keadaan lebih baik. Lebih baik katakan sejujurnya apa yang Anda rasakan. Jika sedang berselisih, katakan dengan jujur, "Saya tidak bisa membahas ini sekarang. Saya perlu memikirkannya kembali, dan siap membahasnya satu jam lagi."

Penuhi janji Anda tersebut, dan hindari mengiyakan apa saja yang dikatakan pasangan hanya demi menghindari perbedaan pendapat yang berakhir pada perselisihan.

Ketidaksesuaian
Komunikasi yang terjadi pada pasangan kebanyakan bersifat non verbal. Kadangkala, apa yang Anda ucapkan tak sesuai dengan gestur tubuh. Tak heran jika kemudian banyak pasangan yang bertengkar, dan semakin emosi terhadap satu sama lainnya.

Saat Anda mengatakan sesuatu dibarengi dengan bahasa tubuh yang tak sinkron, Anda tengah mengirimkan pesan kepada lawan bicara. Untuk menghindari ini, pastikan Anda bicara dengan pasangan sambil menjaga kontak mata. Dengan begitu, Anda dan dia saling mendengarkan secara aktif, dan fokus pada apa yang dikatakan lawan bicara.

Sikap kalah-menang
Komunikasi efektif terjadi saat lawan bicara Anda menerima pesan Anda dengan baik. Meski begitu selalu ada kemungkinan komunikasi menjadi memburuk ketika membahas isu yang membuat Anda dan dia merasa tak nyaman. Anda dan dia pun mulai bersikap menghakimi, menyalahkan dan melawan.

Saat komunikasi memburuk, sikap mencari kesalahan lawan bicara, bahkan dibarengi sikap emosional, takkan memperbaiki keadaan. Alih-alih menunjukkan sikap menang-kalah, ciptakanlah suasana yang tenang bersama pasangan. Bangun komunikasi yang lebih positif dengan sikap saling menghargai pendapat lawan bicara, dan bersikaplah jujur serta terbuka.

Banjir interupsi
Komunikasi yang baik juga membutuhkan kemampuan dan kemauan mendengar. Memotong pembicaraan dan tak memberikan kesempatan kepada lawan bicara untuk mengutarakan pendapatnya secara lengkap, juga kerap terjadi dalam komunikasi pasangan.

Yang kerap terjadi adalah, pria seringkali mengeluhkan tuntutan pasangannya untuk memberikan respons cepat, padahal ia masih memikirkan jawabannya. Jika Anda merasa mengalami hal ini, alih-alih menuntut pasangan memberikan respons cepat, hitung hingga 30 sebelum Anda mengeluhkan sikap pasangan yang sedang memikirkan jawaban atas pertanyaan Anda. Juga jangan ajukan beberapa pertanyaan sekaligus.

Memberikan kesempatan pada pasangan untuk bicara, dan tidak memotong perkataannya, menimbulkan rasa saling menghargai. Latih kesabaran untuk menunggu, tidak lagi menginterupsi apalagi menuntut pasangan untuk memberikan respons cepat sesuai keinginan Anda.

Hanya berfokus pada hal negatif
Munculkan kembali kebiasaan mengucapkan kata-kata positif, seperti "Terima kasih", "Tolong" atau kata lain yang menunjukkan sikap menghargai.  Hal ini akan membantu Anda dan dia mengatasi kebiasaan buruk yakni berfokus dan berkata hal negatif pada pasangan. Seperti dengan kasar mengatakan, "Tutup klosetnya dong!" atau "Butuh berapa lama sih untuk buang sampah?". Kata-kata yang bersifat memerintah ini hanya akan memperburuk keadaan.

Padahal Anda bisa mengatakan, "Sayang, aku serasa seperti ratu deh kalau kamu lihat tempat sampah penuh dan langsung membuangnya demi aku. Terima kasih loh sudah mau melakukannya untukku."

Tak ada yang salah jika Anda mengucapkan kata-kata seperti ini. Bukan bermaksud berlebihan, namun kata-kata yang menunjukkan sikap menghargai seperti ini terbukti berhasil bagi pasangan, yang ingin memiliki hubungan lebih positif dengan komunikasi penuh afeksi.


Sumber: Your Tango

5 Cara Ekspresikan Terima Kasih ke Pasangan


Sesederhana apa pun ekspresi yang Anda tunjukkan untuk mengungkapkan terima kasih pada pasangan, akan membekas lama. Bahkan bisa menjadi "obat" saat Anda mulai kesal dengan kebiasaan buruk pasangan. Kebiasaan menunjukkan rasa terima kasih membuat hubungan yang sudah bertahun-tahun berjalan terasa selalu saja baru. Ungkapkan rasa terima kasih kepada pasangan dengan lima cara ini:

Kejutan kecil 
Bawakan makanan favoritnya sepulang kantor, atau belikan bunga, bukan karena hari itu adalah momen istimewanya. Cara sederhana ini tak memakan banyak biaya, kecuali pasangan Anda memiliki selera tinggi soal makanan atau bunga. Tak hanya menjadi bentukan ungkapan terima kasih, kejutan kecil seperti ini juga akan membuat hubungan lebih spesial.

Catatan kecil
Tinggalkan catatan di tempat yang kira-kira pasangan akan melihatnya. Tuliskan kata-kata yang menunjukkan ungkapan terima kasih, seperti "Terima kasih untuk semua yang sudah kamu lakukan untuk membuat hidup kita lebih baik." Kata-kata seperti ini menandingi bunga, sederhana tapi sarat makna.

Bertanya
Anda dan pasangan sibuk dengan pekerjaan dan aktivitas setiap harinya. Jadi penting bagi pasangan untuk saling menunjukkan perhatian dengan meluangkan waktu bicara di penghujung hari. Anda bisa memulainya dengan bertanya tentang kegiatannya sepanjang hari. Cara ini menunjukkan adanya upaya bersama untuk menjaga hubungan tetap sehat.

Ucapkan terima kasih dan pelukan
Setiap kali pasangan melakukan sesuatu, seperti membantu si kecil mengerjakan pekerjaan rumahnya sepulang kerja, berikan apresiasi berupa ucapan terima kasih secara verbal atau dengan pelukan.

Menggantikan pekerjaan
Anda bisa mengekspresikan rasa terima kasih kepada pasangan dengan menggantikannya melakukan pekerjaan harian yang biasa ditanganinya. Dengan begitu pasangan akan merasa diperhatikan, tidak menganggap Anda mengabaikannya saat ia melakukan pekerjaan yang sama rutin setiap harinya.


Sumber: Your Tango

Berapa Kali Frekuensi Bercinta yang Ideal?


Kesibukan yang menyita waktu membuat frekuensi hubungan seks suami-istri menjadi berkurang. Habis, pulang dari kantor sudah capek, inginnya tidur saja. Mau morning sex sama saja, karena kita juga selalu terburu-buru untuk berangkat ke kantor.

Sebenarnya, hal ini menimbulkan kekhawatiran juga. Idealnya, berapa kali sih frekuensi hubungan seks rata-rata pasangan suami-istri? Normal nggak sih, kalau seminggu hanya berhubungan seks satu kali saja?

Berbagai penelitian membeberkan sejumlah teori mengenai frekuensi ideal hubungan seks. Rata-rata, pasangan menikah berhubungan intim sekali atau dua kali setiap minggu. Faktor usia memang memegang peranan di sini. Pasangan yang berusia 20 tahunan dan baru menikah tentu lagi semangat-semangatnya untuk "bertempur". Namun untuk pasangan yang sudah berusia di atas 40 tahun, mungkin seks hanya sekadar menjadi kewajiban saja.
Nah, ketika suami dan istri sudah sepakat mengenai frekuensinya, maka itulah frekuensi yang normal untuk pasangan tersebut. Jumlahnya mungkin akan berbeda untuk setiap pasangan.


Nah, ketika suami dan istri sudah sepakat mengenai frekuensinya, maka itulah frekuensi yang normal untuk pasangan tersebut. Jumlahnya mungkin akan berbeda untuk setiap pasangan.



Tetapi bila Anda curhat dengan teman-teman pasangan yang lain mengenai frekuensi bercinta, jawabannya pasti akan bervariasi. Kaum pria mungkin akan lebih siap melakukannya kapan saja, selama dia tidak kelelahan atau stres. Sedangkan kebanyakan perempuan mungkin akan mengatakan bahwa sekali atau dua kali dalam sebulan sudah cukup.

Dr Phil McGraw, PhD, psikolog klinis dari University of North Texas, punya jawaban yang akan menenangkan Anda. "Sebenarnya tidak ada angka yang benar atau salah. Yang perlu Anda lakukan adalah bernegosasi mengenai frekuensi yang pas untuk Anda berdua. Negosiasi itu tidak berarti mengeluh, memohon, cemberut, atau memancing rasa bersalah pasangan, lho," katanya.
Yang lebih penting, Anda perlu mengetahui apa yang menyebabkan frekuensi seks Anda tidak sebanyak pasangan lain. Penyebabnya ternyata bukan sekadar kesibukan yang menyita waktu. Menurut Dr Phil, pasti ada ada hal-hal yang bisa mengalihkan perhatian Anda di tempat tidur.

"Kehidupan seks Anda bisa berkurang 50 persen jika Anda mempunyai televisi di ruang tidur Anda. Jadi, matikan televisi jika Anda ingin meningkatkan frekuensi seks Anda," tukasnya.

Sumber : female.kompas.com

Monday, 26 November 2012

Yang Boleh dan Tidak Boleh Dibicarakan di Depan Anak

 Anda kerap berpikir anak-anak terlalu muda untuk mengerti pembicaraan orangtua? Pikirkan kembali.

“Dalam kenyataan, orangtua kerap kali terkaget-kaget ketika anak-anak terlalu banyak mendengar hal-hal yang belum semestinya didengar,”  ungkap Brad Sachs, PhD , seorang psikolog keluarga di Kolumbia, juga seorang penulis buku "The Good Enough Child and The Good Enough Teen”.

Anak adalah pendengar dan pengingat yang baik, oleh karena itu pikirkan kembali situasi dan kondisi sebelum Anda mengumbar kata-kata terhadap pasangan. Selain itu, anak-anak dapat merasa bingung dan kecewa atas apa yang didengarnya dari orang dewasa. Mereka tak selalu menyatakan kebingungannya di hadapan Anda karena khawatir Anda kecewa. Namun mereka dapat mengulang kata-kata atau perilaku yang tak selayaknya di lain waktu. Sebelum semua itu terjadi, berikut beberapa hal yang patut Anda pertimbangkan ‘Boleh dan Tidak Boleh’ dibicarakan di depan anak.


6 Hal yang Harus Dihindari
Topik panas
Hati-hati berbicara dengan pasangan Anda tentang isu-isu besar, seperti, masalah keuangan keluarga atau krisis keluarga. Anak-anak dapat secara magnetis tertarik dengan perdebatan dan emosional Anda,  demikian dipaparkan  Eileen Kennedy-Moore, PhD , seorang psikolog di Princeton, NJ, juga  penulis Smart Parenting for Smart Kids: Nurturing Your Child's True Potential . Kendati mereka mungkin tidak benar-benar mengerti apa yang terjadi. Interpretasi mereka dapat lebih menakutkan daripada apa yang sebenarnya terjadi.

Sebaiknya , jika sesuatu yang besar sedang terjadi dalam rumah tangga, cobalah menyembunyikannya dari anak-anak. Beri mereka fakta-fakta dasarnya saja, sedangkan detilnya dapat diberikan seiring berjalannya waktu. 

Bicara kotor
Jangan kerap mengritisi Guru sang anak, Ibu kandung Anda, ataupun mantan suami di hadapan anak. 
Sebaiknya, hentikan berbicara ini. Anda akan menjadi contoh yang buruk bagi anak-anak. Selain itu, Anda juga dapat menyakiti anak karena telah membicarakan seseorang yang mereka sayangi. Ini akan menjadi luka yang sangat mengganggu hubungan Anda dengan sang buah hati.

Mengritik anak
Anda mungkin kerap mengutarakan kekecewaan atau kemarahan terhadap anak dengan berbicara di telepon, tanpa mempertimbangkan jika anak dapat mendengarnya.  Hati-hati, ini dapat sangat menyakiti anak-anak ketika mendengarnya. Anak dapat merasa malu atau sangat marah karena perilaku Anda.

Sebaiknya, hilangkan kebiasaan mengritik anak-anak atas kekurangannya. Cobalah lebih berhati-hati menyikapi kekecewaan Anda terhadap kecerobohan anak, ketimbang membicarakan pada orang lain.

Mengeluh
Orang dewasa kerap kali mengeluh  atas beberapa hal yang terjadi dalam hidupnya, seperti, pekerjaan dan pasangan. Sayangnya, ketika  didengar oleh anak-anak, mereka akan menangkapnya sebagai contoh atau perilaku buruk yang dapat diimitasi saat bersosial di sekolah bahkan kelak kemudian hari dalam pekerjaannya.

Sebaiknya , lebih banyak bicarakan tentang aspek positif dalam pekerjaan. Jika Anda sedang mengerjakan proyek yang penting akhir-akhir ini, pastikan anak mendengarnya dari Anda.

Kecewa
Kecewa dengan beberapa pemberitaan. Bagi anak-anak, dunia adalah tempat yang tidak begitu luas. Mereka mungkin mendengar sesuatu dan berasumsi  berlebihan tentang dunia serta merekamnya dalam pemikiran. Misalnya, ketika Anda mengomentari sebuah berita pencurian, mereka berasumsi jika perampok akan mendatangi rumah Anda dan mereka senantiasa ketakutan.

Sebaiknya , lindungi anak-anak dari pemberitaan negatif yang membuatnya salah mengerti.  Jika mendengar pemberitaan negatif, pastikan Anda memberikan pemahaman sesuai konteks dan jelaskan jika mereka cukup aman dalam kesehariannya.

Bersumpah serapah
Banyak orang dewasa sengaja maupun tak sengaja bersumpah serapah di depan anak-anak. Jangan kaget jika suatu saat anak-anak mengimitasinya. Mereka hanya menganggap jika pernyataan itu lucu dan menyenangkan.

Sebaiknya,  cobalah sebisa mungkin tak bersumpah di depan anak-anak. Jika Anda masih kerap tak sengaja melakukannya, cobalah katakan pada anak untuk mendenda Anda. Ini akan menjadi cara menanamkan pemahaman yang benar jika sumpah serapah itu tidak baik. Dan,  akan menjadi  alat kontrol orang dewasa untuk tak melakukannya kembali.


Tangani Langsung
Kendati Anda telah berhati-hati, anak-anak dapat mendengar hal-hal yang tak seharusnya mereka  dengar.

Berikut adalah tips  menangani  ketika hal itu terjadi :

Tanyakan apa yang mereka dengar.  Jika Anda mencuigai anak-anak mendengar sesuatu, tanyakan. Beritaju  jika mereka tidak akan mendapat masalah jika memberitahu Anda. Mereka mungkin  tahu jika menguping itu salah dan takut memberitahu Anda.

Jelaskan
Bantulah anak-anak menempatkan perspektif akan apa yang mereka dengar. Jika mereka kecewa dengan apa yang Anda dan pasangan perdebatkan, jelaskan jika orang dewasa kadang-kadang tidak sependapat. Perbedaan pendapat ini bukan berarti mommy  dan ayah akan bercerai.

Proaktif
Jangan pikir Anda dapat menyembunyikan sesuatu yang besar dari anak-anak. Misalnya, Anda atau pasangan terkena PHK, keluarga menderita penyakit serius, dan sebagainya. Merahasiakan sesuatu  dari anak-anak tidak akan selalu berjalan mulus. Sebaliknya, cobalah menjelaskan sesuai usia mereka dan lakukan pendekatan yang tepat. Kendati tidak perlu membagi  kebingungan dan kecemasan seluruhnya.

Dapatkan privasi sesuai kebutuhan. Jika Anda memiliki sesuatu hal serius yang perlu didiskusikan, lakukan di tempat lain. Cobalah membicarakan sembari berjalan keluar bersama pasangan. Atau bicarakan dalam kamar tidur tertutup selama beberapa menit. Jangan berbisik atau berbicara dalam kode didepan anak.

Biarkan mereka mendengar beberapa
Ada satu keuntungan anak-anak mendengar pembicaraan orang dewasa. Ini bisa menjadi salah satu cara memuji anak secara tak langsung. Sesekali cobalah berbicara dengan neneknya dan utarakan bagaimana pandainya anak di sekolah. Ini dapat meningkatkan kepercayaan diri anak. Terkadang, anak-anak lebih percaya apa yang mereka kuping daripada apa yang diutarakan orangtua kepadanya.

Sumber : surabaya.tribunnews.com

Wednesday, 28 December 2011

Alasan Kenapa Dilarang Berhubungan Sex Saat Menstruasi



Salah satu larangan hubungan seks adalah saat menstruasi. Bisa jadi ini disebabkan oleh banyaknya kerugian yang didapatkan jika melalukan hubungan seks saat menstruasi. Apa saja bahaya melakukan seks saat menstruasi, silahkan simak artikel berikut:

Seks Saat Menstruasi
Selama ini masyarakat masih dibuat bingung apakah boleh berhubungan intim saat sang perempuan sedang haid karena beberapa kabar menyebutkan sah-sah saja sedangkan yang lain bilang berbahaya.

Lalu sebenarnya berbahayakah jika melakukan hubungan seks saat menstruasi?

Ada tiga hal yang harus diwaspadai jika melakukan hubungan seks saat si perempuan sedang menstruasi, yaitu:

Endometriosis
Saat melakukan hubungan suami istri, sang perempuan akan mengalami orgasme dan pada saat itu rahim akan berkontraksi yang menyebabkan darah kotor dari menstruasi bisa masuk ke dalam perut melalui saluran telur. Hal ini bisa menyebabkan timbulnya endometriosis pada tubuh perempuan.

Infeksi
Hubungan suami istri biasanya akan menimbulkan luka dan endometriumnya mengalami peluruhan, darah menstruasi atau sperma yang tidak steril bisa masuk ke dalam tubuh dan menimbulkan infeksi.

Bisa menyebabkan luka trauma di mulut rahim yang diakibatkan adanya infeksi
"Darah adalah sumber makanan bagi kuman, banyak zat-zat makanan yang terkandung di dalam darah." Karena itu jika darah masuk ke dalam perut bisa menjadi medium yang sangat baik untuk perkembangbiakan bakteri yang ada di tubuh.

Sebaiknya suami menunggu hingga istrinya bersih dan selesai menstruasi, setelah itu lakukan hubungan seksual seperti biasa. Hubungan seks 2-3 kali seminggu juga baik untuk meningkatkan angka kehamilan bagi sang istri dan merangsang tubuh untuk mnghasilkan sperma dengan jumlah dan kualitas yang lebih banyak dan lebih bagus.

Selain itu usahakan suami istri melakukan hubungan seks atas dasar sama-sama mau dan tidak hanya menuruti kemauan satu orang saja. Karena jika melakukan hubungan seks saat menstruasi bisa menimbulkan bahaya bagi istri maupun suaminya, serta menimbulkan perasaan tidak nyaman.



Sumber : www.detik.com

Cara Ampuh Menikmati Hubungan Seksual

Jangan tunggu sampai hubungan Anda dan suami membosankan. Banyak, kok, cara yang bisa dilakukan untuk mencapai hubungan suami istri yang saling memuaskan. 

Banyak hal yang bisa membuat hubungan suami istri tidak harmonis. Beberapa hal penyebabnya adalah komunikasi yang buruk, serta ketidaktahuan mengenai seksualitas.

Menurut Dr. Nugroho Setiawan, MS., hubungan pasutri (pasangan suami istri) yang harmonis adalah hubungan seksual yang bisa dinikmati oleh kedua belah pihak, yakni suami dan istri. Salah satu faktor penentu agar kedua belah pihak menikmati aktivitas tersebut adalah terbukanya komunikasi selebar-lebarnya. "Suami dan istri harus saling berbicara dan menyampaikan keinginan masing-masing," tandasnya. 

Nugroho mengingatkan, seks itu belajar sambil berjalan. "Semakin lama usia pernikahan, dan selama pasangan mau mempelajari hubungan seks lebih baik dan mau berkomunikasi, seharusnya mereka mendapat kenikmatan lebih. Sehingga seharusnya orgasme sebulan mendatang jauh lebih nikmat daripada orgasme sekarang," kata seksolog dari RS Bintaro Internasional ini.

Yang tak kalah penting, pasangan suami-istri juga harus memiliki pengetahuan tentang seksualitas, sehingga pasangan suami istri sudah mengetahu dengan pasti apa yang ingin dicapai, dan apa yang harus dilakukan saat berhubungan intim. 

Pengetahuan seks yang harus diketahui oleh pasangan mencakup segala aspek yang berkaitan dengan hubungan seksual, dari mencumbu, meraba, dan sebagainya. Termasuk, misalnya, mengetahui kapan melakukan penetrasi. "Penetrasi yang benar adalah menunggu sampai terjadi reaksi bangkitan seksual sepenuhnya pada kedua belah pihak. Secara anatomis, sudah terjadi perubahan karena rangsangan seksual. Pada pria misalnya, sudah terjadi ereksi yang kuat," ujar Nugroho. 

Kesiapan untuk penetrasi inilah yang harus disampaikan ke pasangan. Jika ternyata si wanita belum siap, ya sampaikan saja bahwa ia belum siap. Biasanya, pada wanita, bangkitan seksual tidak begitu tampak secara fisik, berbeda dengan pria yang bisa tampak dari sudah terjadinya ereksi yang kuat. "Jadi, harus berkomunikasi. Kalau tidak, bisa-bisa mereka tidak tahu apakah pasangannya sudah siap atau belum. Ujung-ujungnya, si wanita mengeluh karena tidak memperoleh kepuasan."

MENJAGA KETERTARIKAN

Hubungan seksual yang harmonis biasanya diawali oleh adanya ketertarikan antara keduanya. Ketertarikan pertama biasanya ketertarikan fisik. "Seseorang tertarik pada lawan jenis karena fisiknya sesuai seperti yang ia harapkan," kata Nugroho. Namun, fisik tentu akan berubah seiring bertambahnya usia. Misalnya, pada pasangan yang sudah menikah selama 10 tahun. "Fisiknya tentu berubah, tidak seperti yang mereka harapkan dulu. Harapannya langsing, sekarang istri sudah gemuk, atau suami sudah buncit. Ini akan mengubah ketertarikan, dan bisa memicu kejenuhan." 

Pada pasangan suami-istri yang sudah lama menikah, ketertarikan fisik biasanya akan berubah menjadi ketertarikan emosional. "Mereka tertarik pada sifat atau kelakuan pasangan. Namun sebaliknya, hubungan yang sudah berjalan sekian lama seringkali juga membuat pasangan tidak menyukai sifat dan kebiasaan pasangan. Ini yang menjadi penghalang dan memicu hubungan jadi hambar," lanjut spesialis andrologi ini menjelaskan. 

Oleh karena itu, Nugroho menyarankan pasangan untuk berkomunikasi menyampaikan harapan mereka untuk mengukuhkan ketertarikan, seperti ketika pertama kali bertemu. Misalnya, "Sayang, kalau kamu lebih langsing pasti tambah cantik, deh," atau, "Sepertinya perut kamu sudah terlalu buncit, Mas. Aku lebih suka ketika perutmu tidak terlalu buncit." 

Menurut Nugroho, menyampaikan harapan seperti ini tak bakal menyinggung perasaan pasangan, asal disampaikan dalam suasana dan cara yang tepat. "Kalau waktunya tidak tepat dan cara penyampaiannya tidak pas, tentu hasilnya tidak bagus, bisa-bisa pasangan malah tersinggung," lanjutnya. 

Jika harapan semacam ini tidak disampaikan, orang tidak akan mengetahui apa yang sebetulnya diharapkan pasangan. "Jadi, memang harus saling menyesuaikan dan memahami keinginan pasangan, sehingga ketertarikan tidak luntur." Seandainya komunikasi verbal tidak memungkinkan, pasangan suami-istri bisa menyampaikannya secara tertulis. "Misalnya, setiap tiga bulan sekali, masing-masing menuliskan keinginan dan harapannya, kemudian dibahas berdua. Ini lebih fair dan bisa membantu perkawinan lebih harmonis." 

Hubungan seksual yang harmonis juga akan tercapai jika ada rangsangan seksual, salah satunya dengan panca indera. Bisa dengan melihat saja atau sampai perabaan di daerah-daerah erotis. "Daerah erotis pria dan wanita memiliki sedikit perbedaan. Kepekaannya pun berbeda, sehingga komunikasi juga harus dilakukan untuk menunjukkan perabaan dan intensitas seperti apa yang yang diharapkan," kata Nugroho. 

Contoh lain yang berhubungan dengan panca indera adalah pemilihan ruangan. Ada pasangan lebih menyukai ruangan yang beraroma tertentu, sehingga gairahnya bisa bangkit. 
Nah, jangan langsung putus asa jika hubungan pasutri Anda mengecewakan. Banyak cara yang bisa dilakukan agar hubungan Anda dan suami menjadi harmonis, bukan?


JIKA SI DIA YANG TAK SEMANGAT
Dia memiliki perut buncit
Di dalam studi terakhir, pria yang memiliki lingkar pinggar 105 cm, atau lebih, memiliki problem dua kali lebih banyak untuk dapat berereksi dibandingkan mereka yang mempunyai ukuran pinggang 80 cm. Peneliti menduga karena mereka memiliki risiko mendapat serangan jantung, dimana tidak saja mengganggu peredaran darah ke jantung tetapi juga ke kelamin. Penyelesaiannya? Doronglah pasangan Anda untuk lebih beraktivitas secara teratur dan memakan makanan dengan kadar lemak rendah.

Penghasilan Anda lebih besar 
Jika penghasilan Anda lebih besar, dan suami merasa tidak sanggup menenuhi kebutuhan materi keluarga, bisa menimbulkan rasa kurang jantan pada diri suami. Akibatnya, minat untuk mengadakan hubungan seks pun berkurang, seperti yang diutarakan, ahli pengobatan seks pada McLean Virgiania - A.S. Nasehat beliau, bicarakan secara terbuka terhadap pasangan anda tentang masalah ini.

Kecelakaan/luka-luka
Setiap kekurangan yang dihadapi dapat mengurangi percaya diri yang membuat dia merasa berkurang kejantanannya. Cobalah cari jalan atau cara untuk mengatasi semua hal tsb diatas: belaian kasih sayang dan komunikasi yang baik dapat menolongnya mengatasi kembali kepercayaan dirinya.


Sumber : Tabloid Nova

Seks, Pentingnya Hujan Pujian Sebelum Pemanasan

Semua aktivitas seksual menjadi sehat sepanjang dilakukan dengan benar dan melalui aturan tepat. Bagaimana dan apa saja yang harus diperhatikan? 

"Bicara aktivitas seksual, tidak ada patokan tertentu soal berapa kali, berapa banyak, atau berapa lama melakukannya. Pasalnya, setiap pasangan memiliki aturan main berbeda-beda," jelas dr. Ferryal Loetan, ASC & T, Sp.RM, Mkes.-MMR, konsultan seks sekaligus Kepala Humas Rumah Sakit Persahabatan, Rawamangun, Jakarta. 

Yang penting, ada 3 kunci yang harus dikuasai. Pertama, pasangan harus mengerti aktivitas seksual yang dibutuhkan kedua belah pihak (laki-laki dan perempuan). Kedua, sama-sama menginginkan tanpa unsur paksaan dan ketiga, dilakukan dengan senang untuk memperoleh kepuasan. Nah, jika ketiga syarat ini terpenuhi, berapa kali, berapa banyak, atau berapa lama dilakukan, tak masalah. 

Di samping 3 syarat tadi, aktivitas seks sangat berkaitan dengan faktor psikologis. Misalnya, aktivitas seksual pasangan muda yang baru menikah, tentu sangat berbeda dengan yang sudah puluhan tahun menikah. "Ini bisa karena faktor kejenuhan, kurang variasi ataupun sesuatu yang diharapkan. Akibatnya, frekuensinya berkurang. Lebih parahnya, aktivitas seksual menjadi sesuatu yang lebih dipaksakan, tidak menyenangkan, apalagi memuaskan." 

Kondisi fisik juga harus betul-betul dijaga. Sebab, dalam melakukan aktivitas seksual, kalori yang kita keluarkan sangat besar. Perbandingannya, satu kali berhubungan seksual sama dengan bertanding tenis dua set langsung. "Artinya, membakar lebih dari 3.000 kalori. Bisa dibayangkan jika sehari beberapa kali melakukan, berapa energi yang terkuras?" Apalagi yang harus diperhatikan agar seks sehat bisa tercapai? 

FOREPLAY? HARUS!
Aktivitas seksual sebaiknya dilakukan mengikuti kaidah-kaidah tertentu, mencakup tahapan foreplay, intercourse, dan afterplay. Bagi wanita, tahapan foreplay-lah yang paling menentukan keberhasilan aktivitas seksual. "Foreplay adalah tahapan pemanasan yang dilakukan kedua belah pihak sebelum masuk ke tahapan intercourse. Ini penting karena sangat membantu membangkitkan gairah seorang wanita. Psikologis wanita sangat berbeda dengan pria. Seorang wanita butuh suasana yang romantis dan menyenangkan untuk bisa membangkitkan gairah seksualnya," jelasnya lagi. 

Mulailah dengan oral communication, mengutarakan hal-hal mesra dan hujani pujian ke pasangan. Seperti 'aku sayang kamu', 'kamu sangat cantik', 'tubuh kamu bagus', dan seterusnya. "Dengan memuji penampilan, terutama mereka dengan tingkat percaya diri yang rendah, akan memberikan kepercayaan tambahan dan memberi alasan yang baik baginya untuk habis-habisan melakukan foreplay," ujar Ferryal. 

Langkah berikutnya, mengatur mood dengan memperhatikan hal-hal yang bersifat romantis. Ciptakan suasana yang nyaman, kamar cukup hangat, lampu sedikit remang, dan alas tidur bersih. Jangan lupa untuk membuka pakaian pasangan Anda agar foreplay berjalan sukses. Banyak yang bilang, membuka pakaian dapat membangkitkan gairah ! 
Kemudian masuk ke tahapan manual communication yang melibatkan fisik. Seperti meraba, memeluk, berciuman, stimulasi titik rangsang, hingga perabaan daerah alat kelamin. Berapa lama sebaiknya foreplay dilakukan? Tak ada batasan waktu tertentu. "Bisa berjam-jam, tapi bisa juga hanya beberapa menit." 

Beberapa tanda fisik yang memperlihatkan kesiapan wanita melakukan intercourse antara lain payudara mengencang karena pembuluh darah di sekitarnya melebar, puting susu mengeras dan menonjol keluar, terjadi pembasahan di daerah vagina yang disebabkan keluarnya cairan vagina. Lalu, mulai menumpuknya darah di vagina menyebabkan bibir kecil vagina (labia minor) membuka dan dengan sendirinya liang vagina juga mengendur. "Artinya, pasangan siap memasuki tahap intercourse. Dari segi medis, normalnya berlangsung antara 7 sampai 9 menit," tutur Ferryal. 

AFTERPLAY JUGA PENTING
Tak jarang, pria menganggap aktivitas seksual berakhir begitu ejakulasi, lalu dengan seenaknya mereka berbalik badan kemudian mendengkur. Sementara si wanita langsung ditinggal begitu saja, tanpa pernah mau tahu apakah ia mengalami orgasme atau tidak. "Memang betul, ejakulasi membuat pria mengeluarkan banyak tenaga dan kalori. Badan pun jadi lemas dan capek. Tapi seperti halnya olahraga, setelah pemanasan, kita perlu juga pendinginan," tambah Ferryal. 

Nah, di sinilah perlunya tahapan afterplay. Cobalah lakukan relaksasi usai berhubungan seksual dengan cara berbagi perhatian dan kasih. 

Misalnya, dengan saling bertatapan mesra, berpelukan di tempat tidur, dan berciuman dengan penuh kasih sayang. Yang tak kalah penting, seperti juga foreplay, "Jangan segan-segan memberikan kata-kata pujian yang manjur kepada pasangan. Misalnya, 'Wah kamu memang istri/suami yang hebat'."
LEBIH DARI SEKALI 
Di saat foreplay, perempuan membutuhkan waktu yang lama untuk mencapai ke puncak rangsangan. Sementara laki-laki lebih mudah terangsang. Karena itulah, pasangan harus pintar-pintar mengatur waktu supaya bisa mencapai orgasme dalam waktu bersamaan. 

Walaupun lama "panas", wanita punya satu keistimewaan. Jika seorang laki-laki butuh waktu lama untuk siap kembali melakukan hubungan seksual, wanita hanya butuh waktu sebentar untuk mengembalikan fungsinya setelah orgasme. Bahkan jika setelah mencapai orgasme si wanita terus dirangsang, ia bisa 2-3 kali orgasme. "Ini disebut multiple orgasme pada perempuan. Sekitar 30 persen wanita mengalami multiple orgasme," jelas Ferryal. 

Bagaimana dengan pria? Belakangan ditemukan, pria juga bisa mencapai multiple orgasme, sebelum akhirnya ejakulasi. Cara sederhana adalah dengan melatih otak untuk bisa mengurangi rangsang, melatih otot panggul, menggunakan gerakan perlahan dan bervariasi saat berhubungan seksual, serta berhentilah bergerak saat hampir mencapai orgasme

Sumber : Tabloid Nova