Tuesday, 27 November 2012

Berapa Kali Frekuensi Bercinta yang Ideal?


Kesibukan yang menyita waktu membuat frekuensi hubungan seks suami-istri menjadi berkurang. Habis, pulang dari kantor sudah capek, inginnya tidur saja. Mau morning sex sama saja, karena kita juga selalu terburu-buru untuk berangkat ke kantor.

Sebenarnya, hal ini menimbulkan kekhawatiran juga. Idealnya, berapa kali sih frekuensi hubungan seks rata-rata pasangan suami-istri? Normal nggak sih, kalau seminggu hanya berhubungan seks satu kali saja?

Berbagai penelitian membeberkan sejumlah teori mengenai frekuensi ideal hubungan seks. Rata-rata, pasangan menikah berhubungan intim sekali atau dua kali setiap minggu. Faktor usia memang memegang peranan di sini. Pasangan yang berusia 20 tahunan dan baru menikah tentu lagi semangat-semangatnya untuk "bertempur". Namun untuk pasangan yang sudah berusia di atas 40 tahun, mungkin seks hanya sekadar menjadi kewajiban saja.
Nah, ketika suami dan istri sudah sepakat mengenai frekuensinya, maka itulah frekuensi yang normal untuk pasangan tersebut. Jumlahnya mungkin akan berbeda untuk setiap pasangan.


Nah, ketika suami dan istri sudah sepakat mengenai frekuensinya, maka itulah frekuensi yang normal untuk pasangan tersebut. Jumlahnya mungkin akan berbeda untuk setiap pasangan.



Tetapi bila Anda curhat dengan teman-teman pasangan yang lain mengenai frekuensi bercinta, jawabannya pasti akan bervariasi. Kaum pria mungkin akan lebih siap melakukannya kapan saja, selama dia tidak kelelahan atau stres. Sedangkan kebanyakan perempuan mungkin akan mengatakan bahwa sekali atau dua kali dalam sebulan sudah cukup.

Dr Phil McGraw, PhD, psikolog klinis dari University of North Texas, punya jawaban yang akan menenangkan Anda. "Sebenarnya tidak ada angka yang benar atau salah. Yang perlu Anda lakukan adalah bernegosasi mengenai frekuensi yang pas untuk Anda berdua. Negosiasi itu tidak berarti mengeluh, memohon, cemberut, atau memancing rasa bersalah pasangan, lho," katanya.
Yang lebih penting, Anda perlu mengetahui apa yang menyebabkan frekuensi seks Anda tidak sebanyak pasangan lain. Penyebabnya ternyata bukan sekadar kesibukan yang menyita waktu. Menurut Dr Phil, pasti ada ada hal-hal yang bisa mengalihkan perhatian Anda di tempat tidur.

"Kehidupan seks Anda bisa berkurang 50 persen jika Anda mempunyai televisi di ruang tidur Anda. Jadi, matikan televisi jika Anda ingin meningkatkan frekuensi seks Anda," tukasnya.

Sumber : female.kompas.com

Mengkudu dan Mangga Cocok Terapi Kanker

Buah mengkudu dan mangga mengandung bahan imunomodulator atau peningkat sistem kekebalan tubuh yang bisa dimanfaatkan langsung oleh masyarakat, kata peneliti dari Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta Ediati.

"Mengkudu yang kaya polisakarida dapat digunakan sebagai peningkat sistem kekebalan tubuh. Buah itu juga memiliki khasiat memiliki antibakteri, antitumor, antivirus, anthelmentika, analgesik, dan antiinflamasi," katanya di Yogyakarta, Rabu.

Menurut dia, mangga memiliki kandungan mangiferin yang mampu menghambat aktivasi nuclear factor kappa B dan mampu meningkatkan kadar enzim GSH di dalam sel dan meningkatkan potensi dari agen kemoterapeutik.

"Dengan kandungan tersebut mangga cocok untuk dijadikan terapi kombinasi penyakit kanker," kata Guru Besar Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM) itu.

Ia mengatakan Indonesia memiliki potensi kekayaan alam dari tumbuhan obat. Dari total 40.000 jenis tumbuhan yang ada di dunia, sekitar 30.000 jenis tumbuhan ada di Indonesia, dan 940 jenis di antaranya merupakan tumbuhan berkhasiat obat.

"Dari hasil penelitian terhadap senyawa aktif yang terkandung dalam tumbuhan berkhasiat obat tersebut menunjukkan adanya aktivitas imunomodulator," katanya.

Menurut dia sumber alam yang telah diteliti dan mempunyai efek sebagai imunomodulator di antaranya jamur ling zhi, jintan hitam, kedelai, keladi tikus, mangga, mengkudu, meniran, pegagan, rumput laut, sambiloto, sarang semut, sirih merah, songgolangit, dan susu kuda.

Pengembangan produk imunomodulator bahan alam, kata dia, dapat dimanfaatkan untuk menekan tingkat kejadian penyakit infeksi. Bahan tersebut mampu memodulasi sistem imunitas dengan berperan menjaga kondisi homeostatis tubuh dan membantu tubuh memperbaiki ketidakseimbangan sistem imun.

"Selain berperan memerangi penyakit infeksi, imunomodulator juga berkembnag menjadi pilihan pencegahan dan pengobatan kanker," kata Ediati.


Sumber : surabaya.tribunnews.com

Monday, 26 November 2012

Yang Boleh dan Tidak Boleh Dibicarakan di Depan Anak

 Anda kerap berpikir anak-anak terlalu muda untuk mengerti pembicaraan orangtua? Pikirkan kembali.

“Dalam kenyataan, orangtua kerap kali terkaget-kaget ketika anak-anak terlalu banyak mendengar hal-hal yang belum semestinya didengar,”  ungkap Brad Sachs, PhD , seorang psikolog keluarga di Kolumbia, juga seorang penulis buku "The Good Enough Child and The Good Enough Teen”.

Anak adalah pendengar dan pengingat yang baik, oleh karena itu pikirkan kembali situasi dan kondisi sebelum Anda mengumbar kata-kata terhadap pasangan. Selain itu, anak-anak dapat merasa bingung dan kecewa atas apa yang didengarnya dari orang dewasa. Mereka tak selalu menyatakan kebingungannya di hadapan Anda karena khawatir Anda kecewa. Namun mereka dapat mengulang kata-kata atau perilaku yang tak selayaknya di lain waktu. Sebelum semua itu terjadi, berikut beberapa hal yang patut Anda pertimbangkan ‘Boleh dan Tidak Boleh’ dibicarakan di depan anak.


6 Hal yang Harus Dihindari
Topik panas
Hati-hati berbicara dengan pasangan Anda tentang isu-isu besar, seperti, masalah keuangan keluarga atau krisis keluarga. Anak-anak dapat secara magnetis tertarik dengan perdebatan dan emosional Anda,  demikian dipaparkan  Eileen Kennedy-Moore, PhD , seorang psikolog di Princeton, NJ, juga  penulis Smart Parenting for Smart Kids: Nurturing Your Child's True Potential . Kendati mereka mungkin tidak benar-benar mengerti apa yang terjadi. Interpretasi mereka dapat lebih menakutkan daripada apa yang sebenarnya terjadi.

Sebaiknya , jika sesuatu yang besar sedang terjadi dalam rumah tangga, cobalah menyembunyikannya dari anak-anak. Beri mereka fakta-fakta dasarnya saja, sedangkan detilnya dapat diberikan seiring berjalannya waktu. 

Bicara kotor
Jangan kerap mengritisi Guru sang anak, Ibu kandung Anda, ataupun mantan suami di hadapan anak. 
Sebaiknya, hentikan berbicara ini. Anda akan menjadi contoh yang buruk bagi anak-anak. Selain itu, Anda juga dapat menyakiti anak karena telah membicarakan seseorang yang mereka sayangi. Ini akan menjadi luka yang sangat mengganggu hubungan Anda dengan sang buah hati.

Mengritik anak
Anda mungkin kerap mengutarakan kekecewaan atau kemarahan terhadap anak dengan berbicara di telepon, tanpa mempertimbangkan jika anak dapat mendengarnya.  Hati-hati, ini dapat sangat menyakiti anak-anak ketika mendengarnya. Anak dapat merasa malu atau sangat marah karena perilaku Anda.

Sebaiknya, hilangkan kebiasaan mengritik anak-anak atas kekurangannya. Cobalah lebih berhati-hati menyikapi kekecewaan Anda terhadap kecerobohan anak, ketimbang membicarakan pada orang lain.

Mengeluh
Orang dewasa kerap kali mengeluh  atas beberapa hal yang terjadi dalam hidupnya, seperti, pekerjaan dan pasangan. Sayangnya, ketika  didengar oleh anak-anak, mereka akan menangkapnya sebagai contoh atau perilaku buruk yang dapat diimitasi saat bersosial di sekolah bahkan kelak kemudian hari dalam pekerjaannya.

Sebaiknya , lebih banyak bicarakan tentang aspek positif dalam pekerjaan. Jika Anda sedang mengerjakan proyek yang penting akhir-akhir ini, pastikan anak mendengarnya dari Anda.

Kecewa
Kecewa dengan beberapa pemberitaan. Bagi anak-anak, dunia adalah tempat yang tidak begitu luas. Mereka mungkin mendengar sesuatu dan berasumsi  berlebihan tentang dunia serta merekamnya dalam pemikiran. Misalnya, ketika Anda mengomentari sebuah berita pencurian, mereka berasumsi jika perampok akan mendatangi rumah Anda dan mereka senantiasa ketakutan.

Sebaiknya , lindungi anak-anak dari pemberitaan negatif yang membuatnya salah mengerti.  Jika mendengar pemberitaan negatif, pastikan Anda memberikan pemahaman sesuai konteks dan jelaskan jika mereka cukup aman dalam kesehariannya.

Bersumpah serapah
Banyak orang dewasa sengaja maupun tak sengaja bersumpah serapah di depan anak-anak. Jangan kaget jika suatu saat anak-anak mengimitasinya. Mereka hanya menganggap jika pernyataan itu lucu dan menyenangkan.

Sebaiknya,  cobalah sebisa mungkin tak bersumpah di depan anak-anak. Jika Anda masih kerap tak sengaja melakukannya, cobalah katakan pada anak untuk mendenda Anda. Ini akan menjadi cara menanamkan pemahaman yang benar jika sumpah serapah itu tidak baik. Dan,  akan menjadi  alat kontrol orang dewasa untuk tak melakukannya kembali.


Tangani Langsung
Kendati Anda telah berhati-hati, anak-anak dapat mendengar hal-hal yang tak seharusnya mereka  dengar.

Berikut adalah tips  menangani  ketika hal itu terjadi :

Tanyakan apa yang mereka dengar.  Jika Anda mencuigai anak-anak mendengar sesuatu, tanyakan. Beritaju  jika mereka tidak akan mendapat masalah jika memberitahu Anda. Mereka mungkin  tahu jika menguping itu salah dan takut memberitahu Anda.

Jelaskan
Bantulah anak-anak menempatkan perspektif akan apa yang mereka dengar. Jika mereka kecewa dengan apa yang Anda dan pasangan perdebatkan, jelaskan jika orang dewasa kadang-kadang tidak sependapat. Perbedaan pendapat ini bukan berarti mommy  dan ayah akan bercerai.

Proaktif
Jangan pikir Anda dapat menyembunyikan sesuatu yang besar dari anak-anak. Misalnya, Anda atau pasangan terkena PHK, keluarga menderita penyakit serius, dan sebagainya. Merahasiakan sesuatu  dari anak-anak tidak akan selalu berjalan mulus. Sebaliknya, cobalah menjelaskan sesuai usia mereka dan lakukan pendekatan yang tepat. Kendati tidak perlu membagi  kebingungan dan kecemasan seluruhnya.

Dapatkan privasi sesuai kebutuhan. Jika Anda memiliki sesuatu hal serius yang perlu didiskusikan, lakukan di tempat lain. Cobalah membicarakan sembari berjalan keluar bersama pasangan. Atau bicarakan dalam kamar tidur tertutup selama beberapa menit. Jangan berbisik atau berbicara dalam kode didepan anak.

Biarkan mereka mendengar beberapa
Ada satu keuntungan anak-anak mendengar pembicaraan orang dewasa. Ini bisa menjadi salah satu cara memuji anak secara tak langsung. Sesekali cobalah berbicara dengan neneknya dan utarakan bagaimana pandainya anak di sekolah. Ini dapat meningkatkan kepercayaan diri anak. Terkadang, anak-anak lebih percaya apa yang mereka kuping daripada apa yang diutarakan orangtua kepadanya.

Sumber : surabaya.tribunnews.com