Wednesday, 5 December 2012

Makan Setelah Pukul 8 Malam Bikin Gemuk?

Sedang dalam program menurunkan berat badan jadi alasan banyak orang untuk menghindari makan di atas pukul 8 malam. Mereka beralasan makan terlalu malam akan membuat kalori disimpan dan diubah menjadi lemak.

Faktanya, kalori tidak mengenal waktu. "Tubuh akan mencerna dan menggunakan kalori dengan cara yang sama baik saat pagi, siang, atau malam," kata Mary Flynn, peneliti diet dari Miriam Hospital, AS.

Ia menjelaskan, kalori memang akan tersimpan di tubuh lebih lama kalau setelah kita makan lalu kita duduk atau tidur. Tetapi, esok hari saat kita berakivitas, apalagi berolahraga, tubuh akan memakai kalori yang sempat tersimpan itu.

Meski begitu, Flynn memang tidak menyarankan kita ngemil di malam hari. Alasannya, dalam kondisi lelah dan mengantuk kita cenderung memilih camilan yang tidak sehat.

Diet bukan berarti menahan lapar. Jika kita terbiasa menghindari makan atau makan terlalu sedikit, maka ketika tidak ada energi yang masuk, tubuh akan membongkar cadangan energi yang diambil dari otot. Konsekuensinya, tubuh jadi gampang lelah dan aktivitas terganggu.

Selain itu, metabolisme akan menurun dan ketika Anda kembali ke pola makan semula, berat badan dengan mudah bertambah dan kembali ke berat badan semula.

Jika Anda sering merasa lapar meski sudah makan malam, cobalah untuk mengganti camilan pengganjal perut yang lebih sehat, seperti mengganti es krim dengan sereal atau buah.


Sumber : surabaya.tribunnews.com

Makan Daging Buruk Buat Moral

Makan daging akan buruk akibatnya bagi moral karena dapat membuat seseorang berbohong dan mencuri, menurut buku pelajaran sekolah di India.

Panduan moral ini dicantumkan dalam buku pelajaran untuk siswa siswi usia 11 tahun dan berisi berbagai isu termasuk kesehatan, pendidikan jasmani dan pendidikan seks, seperti dilaporkan saluran televisi NDTV, India.

Pada satu halaman yang membicarakan mereka yang suka makan daging disebutkan, "mereka suka berbohong, lupa dengan janji, mencuri, berkelahi dan melakukan kejahatan seksual."

Organisasi Pertanian dan Pangan PBB tahun lalu mengatakan konsumsi daging per kapita di India antara lima sampai 5,5 kg per tahun, yang merupakan angka tertinggi yang dicatat organisasi dunia itu.

Badan pendidikan sekolah menengah India, CBSE, mengatakan buku itu dipilih oleh sekolah-sekolah tertentu dan mereka tidak memonitor isinya.

Konsumsi daging di India semakin lama semakin meningkat di tengah pertumbuhan ekonomi negara itu walaupun secara budaya dan menurut ajaran agama Hindu konsumsi daging dilarang.

Memuji masyarakat Jepang 

Sekitar 80% penduduk India menganut agama Hindu sementara lebih dari 13% beragama Muslim, menurut sensus tahun 2001.

Annie Koshi, kepala sekolah St Mary di Delhi yang tidak menggunakan buku pelajaran itu mengatakan, "CBSE merekomendasikan sejumlah penerbit dan juga sejumlah buku yang sebenarnya tidak bagus. Ini langkah yang bagus buat kami untuk mengkaji apakah para guru benar-benar membaca buku-buku yang diusulkan itu (agar dapat kami saring)."

Buku pelajaran itu juga berisi pujian kepada penduduk Jepang atas pilihan makanan mereka.

"Mereka adalah pemakan sayuran dan hidup lebih lama dibandingkan sebagian besar penduduk negara lain. Konsumsi sayuran hijau, kacang kedelai membantu mereka bertahan hidup selama berabad-abad."

Buku tersebut juga menyinggung soal nasehat pernikahan dan mengusulkan agar seorang wanita mencari suami pada usia antara 18 dan 25 tahun.


Sumber : surabaya.tribunnews.com

Makan Tahu Pun Bisa Meningkatkan Libido!

Tiram, champagne, atau cokelat, sering disebut-sebut sebagai makanan dan minuman yang mampu meningkatkan gairah seksual. Tetapi jenis makanan dan minuman tersebut sulit didapat, Anda bisa mencarinya sendiri ke pasar atau ke supermarket. Karena menurut penelitian terbaru, tofu atau tahu juga bisa menjadi sesuatu yang sifatnya afrodisiak.

Menurut studi dari UC Berkeley's Department of Environmental Science, Policy and Management ini, jika sering mengonsumsi tahu atau makanan lain yang berbahan dasar tumbuh-tumbuhan, Anda bisa menikmati kehidupan seks yang lebih baik ketimbang jika Anda mengonsumsi makanan yang berdaging. Dalam percobaan yang dilakukan, produk tumbuhan seperti kedelai memang memengaruhi kadar hormon estradiol (hormon seks) dan hormon kortisol (hormon stres), yang berakibat meningkatnya aktivitas seksual.

Hal ini sedikit bertentangan dengan penelitian lain dari Bellarmine University di Louisville, Kentucky, yang pernah menyatakan bahwa pria cenderung mengonsumsi daging karena membuat mereka lebih maskulin. Profesor Hank Rothgerberg, yang menerbitkan hasil penelitiannya di jurnal Men and Masculinity, mengatakan bahwa daging memang dikaitkan dengan kelelakian, kekuatan, dan kesuburan.

Di lain pihak, para aktivitis hak-hak binatang, PETA, belum lama juga menegaskan bahwa buah dan sayuran lah yang menjadi kunci kesuburan. Menurut para aktivis tersebut, kolesterol dalam daging, telur, dan produk olahan susu bisa menyumbat pembuluh darah dan memperlambat aliran darah ke seluruh organ tubuh, termasuk organ-organ kemaluan kita.

Sayuran tidak mengandung lemak hewani dan kolesterol seperti yang ditemukan pada daging, telur, dan produk olahan susu tersebut. Hasilnya, orang yang rajin makan sayuran umumnya lebih ramping ketimbang pemakan daging, dan kurang berisiko terkena penyakit jantung, stroke, diabetes, obesitas, dan kanker.

"Untuk urusan hubungan seks, pemakan daging akan cenderung lamban karena darah mereka mencoba menekan melalui pembuluh darah yang tersumbat tersebut. Sedangkan pemakan sayur lebih punya stamina untuk bercinta dalam waktu lama," ungkap direktur PETA wilayah Inggris, Mimi Bekhechi.

Selain merupakan sumber zat besi dan omega-3, dan membantu meringankan gejala menopause, tahu juga memiliki manfaat kesehatan yang sangat banyak. Jadi, tak ada salahnya jika Anda mulai mengonsumsi tahu lebih banyak dari sekarang.


SUmber : surabaya.tribunnews.com