Friday, 21 December 2012

Lebih Sehat Mana Sih Margarin Atau Mentega?


Margarin dan Mentega sebenarnya memang dua hal yang berbeda. Perbedaan mendasar terletak dari bahan utama pembuatannya. Mentega atau sering disebut juga butter terbuat dari lemak susu hewani, sedangkan margarin terbuat dari minyak nabati atau tumbuh-tumbuhan.

Mentega atau butter
Terbuat dari lemak susu hewani
Mentega lebih gurih dan beraroma
Mentega terdiri dari dua jenis, mentega asin dan mentega manis . Baca lebih lanjut tentang macam-macam mentega 'Jenis-Jenis Mentega'
Mentega lebih mudah mencair, sehingga lebih baik disimpan di wadah tertutup dan dimasukkan ke dalam lemari es

Margarin
Margarin terbuat dari minyak nabati atau tumbuh-tumbuhan
Margarin cenderung kurang beraroma
Berbeda dengan mentega, margarin hanya memiliki rasa asin saja
Margarin lebih padat ketimbang mentega, tidak mudah meleleh karena memiliki titik beku yang rendah.
Baca juga Perbedaan Detail Margarin dan Mentega

Nah, kalau sudah begitu, mana yang lebih sehat ya?

Beberapa fakta ini akan membantu Anda menentukan pilihan mulai dari sekarang.

Mentega jauh lebih tua usianya ketimbang margarin, dan merupakan hasil budaya nenek moyang dalam mengekstrasi susu menjadi mentega.

Margarin adalah produk modern yang diambil dari tumbuh-tumbuhan. Pada awalnya dulu dimanfaatkan untuk menggemukkan kalkun sebelum hari Thanksgiving. Namun karena kandungan lemaknya jauh lebih sedikit, maka digunakan juga sebagai olesan roti.

Aroma margarin lebih sederhana, dan cenderung tak terlalu beraroma.

Sebenarnya margarin disebut lebih sehat ketimbang mentega, namun dewasa ini banyak merk margarin yang memanfaatkan lemak trans, yang dapat menyumbat arteri jantung.

Mentega/butter memang memiliki jumlah lemak yang lebih tinggi ketimbang margarin. Namun, mentega adalah produk alami yang tidak memiliki kandungan lemak trans.

Margarin disebut mengandung lemak omega-3 yang sangat baik untuk kesehatan. Namun, para ilmuwan menyatakan bahwa lemak omega-3 terbaik tetap diperoleh melalui ikan-ikanan, karena dapat menyehatkan jantung.
Mentega lebih cepat membeku, sedangkan margarine tidak. Sehingga margarin dinilai lebih cocok sebagai olesan.

Bagaimanapun tubuh juga masih membutuhkan lemak, namun Anda harus memilih lemak yang sehat. Mau pilih margarin atau mentega? Semua pilihan kembali pada keputusan Anda.

Sumber : www.vemale.com

Sunday, 16 December 2012

15 Resep Alami Peluruh Kolesterol


Banyak  tanaman yang secara turun temurun terbukti dapat menurunkan kadar kolesterol maupun trigliserida darah. Karena murah dan mudah didapat, tanaman ini banyak direkomendasikan.

Mengonsumsi tanaman obat, baik daun, biji, akar, maupun buahnya, tidak berarti makan tanaman itu sebanyak-banyaknya. Konsumsilah ramuan tersebut dengan komposisi dan dosis tertentu. Karenanya, cara membuat ramuan, komposisi, dosis, dan waktu pemakaian harus dipelajari dengan baik lagi benar. 

Berikut beberapa resep peluruh kolesterol dan trigliserida yang diperoleh dari berbagai sumber :

Alpukat
Alpukat mengandung asam folat, asam pantotenat, niasin, vitamin B1, vitamin B6, vitamin C, vitamin E, fosfor, zat besi, kalium, magnesium, dan glutation, juga kaya akan serat dan asam lemak tak jenuh tunggal. Kandungan ini yang mampu menurunkan kadar trigliserida dan kolesterol darah.

Bahan :  1 buah alpukat matang
Cara Pemakaian : Buah alpukat dimakan mentah. Lakukan setiap hari.

Kubis                
Kubis (brassica oleracea var. capitate) yang juga disebut kol, mengandung air, protein, lemak, karbohidrat, serat, kalsium, fosfor, tinamide, dan betakaroten. Kubis juga mengandung senyawa sianohidroksibutena (CHB), sulforafan, dan iberin yang merangsang pembentukan glutation.

Bahan : 1 buah kubis segar
Cara Pemakaian : Cuci kubis hingga bersih, lalu bilas dengan air matang. Potong-potong seperlunya, lalu dijus. Air sari kubis diminum sekaligus, lakukan setiap hari.

Belimbing manis    
Apa rahasia buah ini sehingga bisa mengusir kolesterol? Ternyata seratnya yang tinggi mampu mencegah penyerapan lemak hingga dapat menurunkan kadar kolesterol dan mencegah tekanan darah tinggi. Serat yang tinggi juga memperlancar pencernaan. Sementara kandungan vitamin C-nya yang tinggi baik untuk antikanker. 

Bahan : 2 buah belimbing manis ukuran besar
Cara Pemakaian : Buah belimbing dimakan setelah makan pagi dan malam, masing-masing 1 buah.

Akar manis            
Tanaman yang memiliki nama asing licorice ini mengandung sejumlah zat seperti triterpenoid, flavanoid, asam ferulic, asam sinapic, biotin, asam amino dan beta-sitoserol.  Yang perlu diperhatikan, jangan menggunakan akan manis dalam dosis besar jangka panjang. Ada laporan bahwa pemakaian akan manis dengan dosis 30-40 gram per hari selama 9 bulan menyebabkan kelemahan oto, hipertensi, edema dan kekurangan kalium.

Bahan : 10 gram akar manis
Cara Pemakaian : Akar manis direbus dengan 3 gelas air bersih hingga tersisa 1 gelas. Setelah dingin, airnya disaring, lalu dibagi menjadi 2 kali minum, pagi dan malam hari.

Kacang Tanah
Bahan : 1 genggam daun kacang tanah
Cara Pemakaian : Daun dicuci bersih, lalu diiris halus. Masukkan irisan daun ke dalam gelas, lalu diseduh dengan secangkir air panas. Biarkan selama 40 menit, lalu disaring. Minum airnya selagi hangat dan sewaktu perut kosong.

Tempe
Bahan : 100 gram tempe
Cara Pemakaian : Tempe dipotong-potong sesuai selera, lalu direbus, dikukus, atau dibacem. Tempe dijadikan lauk dan dimakan bersama nasi.

Angkak
Sering disebut beras merah Cina, tanakan adalah sejenis cendawan berwarna merah, bernama Latin Monascus purpureus. Angkak bisa digunakan untuk membuat arak merah yang terbuat dari beras, sebagai bahan pengawet makanan, dan untuk obat. Berdasarkan penelitian, angkak mampu menurunkan kadar kolesterol darah.

Bahan : 1 sendok teh angkak
Cara Pemakaian : Angkak ditumbuk halus, dimasukkan ke dalam cangkir, lalu diseduh dengan secangkir air panas. Minum airnya selagi hangat. Lakukan setiap hari.

Labu siam
Bahan : 1 buah labu siam ukuran sedang
Cara Pemakaian : Buah labu dikupas, potong kecil-kecil dan dijus atau diparut, peras airnya dan saring. Kumpulan airnya diminum sekaligus.

Sambiloto
Bahan : 20 gram herbal sambiloto kering
Cara Pemakaian : Direbus dengan 3 gelas hingga tersisa 1 gelas. Setelah dingin, air disaring, lalu diminum sekaligus. Lakukan setiap hari.

Jamur kuping putih
Bahan : 10 gram jamur kuping putih kering
Cara Pemakaian : Jamur putih dipotong-potong secukupnya, lalu direbus dengan 3 gelas air hingga tersisa 1 gelas. Tambahkan sedikit pemanis buatan. Setelah dingin, airnya diminum dan jamurnya boleh dimakan.

Bawang merah
Bawang merah (Cepae bulbus), mengandung senyawa flavonoid yang bekerja sebagai antioksidan dan menurunkan kadar kolesterol, trigliserida, dan gula darah.

Bahan : 20 gram bawang merah segar
Cara Pemakaian : Bawang merah diiris tipis-tipis, dimakan bersama nasi. Lakukan 3 kali sehari dengan ukuran yang sama.

Bawang putih
Bawang putih (Allii bulbus), bahan aktifnya s-allyl cysteine, suatu komponen thioallyl yang mempunyai khasiat hipolipidemik dan antitrombotik. Studi di Munich University, Jerman, menemukan bahwa menambahkan bawang putih ke dalam diet akan menurunkan kolesterol jahat sekitar 10 persen dalam empat bulan. Mengonsumsi bawang putih segar sering jadi masalah bagi banyak orang karena rasa yang tidak enak dan aromanya menyengat. 

Bahan : 1-2 siung bawang putih
Cara Pemakaian : Bawang putih diiris tipis-tipis atau dipipiskan dan dibuat bulatan kecil, lalu ditelan. Lakukan 2 kali sehari. Namun ada cara lain supaya lebih mudah masuk ke tubuh kita. Bawang putih bisa dikreasikan dengan buah-buahan yang enak, menjadi jus kaya manfaat.

Kunyit
Dengan nama latin Curcumae domesticae rhizoma, tumbuhan ini juga berkhasiat melancarkan darah dan energi vital, menghilangkan sumbatan, sebagai peluruh kentut dan haid, mempermudah persalinan, antibakteri, antiinflamasi, serta memperlancar pengeluaran empedu ke usus.

Bahan : 10 gram rimpang kunyit segar
Cara Pemakaian : Rimpang kunyit dibersihkan, lalu diiris tipis-tipis. Rebus dalam air 2 gelas hingga tersisa 1 gelas. Setelah dingin, air disaring dan diminum sekaligus. Lakukan hal ini 3 kali sehari, selama 12 minggu.

Temulawak
Tanaman bernama latin Curcumae rhizoma ini mempunyai aktivitas kolagoga (memperlancar pengeluaran empedu ke usus).

Bahan : 3 jari rimpang temulawak segar
Cara Pemakaian : Rimpang temulawak dikupas kulitnya, lalu diparut. Tambahkan 1/2 cangkir air panas dan biarkan mengendap. Setelah dingin, endapannya dibuang dan airnya diminum. Lakukan setiap hari.

Seledri
Seledri (Apii graveolentis radix), akarnya mengandung asparagin, pentosan, glutamin, tirosin, manit, zat pati, lendir, dan minyak atsiri. Khasiatnya memacu enzim pencernaan dan peluruh kencing. 

Bahan: 30 gram akar seledri segar
Cara Pemakaian : Akar seledri dicuci bersih, lalu direbus dengan 2 gelas air bersih hingga tersisa 1 gelas. Setelah dingin, air disaring lalu minum sekaligus. 


Sumber : health.kompas.com

Terapi Bicara Bantu Atasi Depresi


Terapi bicara dapat menjadi pengobatan tambahan untuk membantu mengatasi depresi, demikian menurut hasil sebuah studi baru dari Inggris.

Para peneliti menemukan bahwa penderita depresi yang tidak kunjung membaik meskipun sudah memakai obat antidepresan cenderung mengalami penurunan gejala depresi dengan ditambahkan terapi bicara ke rejimen pengobatannya. Studi ini merupakan percobaan terbesar pertama untuk mencoba efektivitas dari terapi berbicara jika diberikan bersamaan dengan antidepresan, kata para peneliti.

Para peneliti juga mengungkapkan, hingga dua-pertiga  penderita depresi tidak merespons sepenuhnya terhadap pengobatan antidepresan sehingga hasil temuan ini dapat menunjukkan cara untuk membantu mereka.

"Sampai saat ini, baru ada sedikit bukti yang membantu dokter dalam memilih langkah pengobatan terbaik berikutnya bagi pasien yang tidak merespons pengobatan obat standar (dengan obat antidepresan),"  kata Nicola Wiles, peneliti studi dari Universitas Pusat Bristol untuk Kesehatan Mental, Penelitian Ketergantungan dan Bunuh Diri.

Studi ini dilakukan selama satu tahun. Studi masa depan harus menguji efektivitas kombinasi pengobatan dalam jangka panjang karena, menurut peneliti, pasien penderita depresi dapat kambuh setelah pengobatan.

Selain itu, Wiles juga menambahkan, karena ada beberapa pasien yang tidak menunjukkan peningkatan secara substansial dengan penambahan terapi bicara, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk menemukan pengobatan alternatif lainnya.

Penelitian ini melibatkan sekitar 470  penderita depresi yang tidak bertambah baik setelah diberi antidepresan selama enam minggu pengobatan. Kemudian peneliti membagi mereka menjadi dua kelompok, kelompok pertama pengobatannya ditambah dengan terapi bicara, sedangkan yang lain tidak.

Setelah enam bulan, sekitar 46 persen dari pasien dalam kelompok terapi bicara mengalami penurunan gejala depresi setidaknya sebanyak 50 persen. Adapun untuk kelompok lain hanya meningkat sebanyak 22 persen. Kedua kelompok ini baru mengalami perkembangan efek pengobatan yang sama setelah 12 bulan.

Oleh karena itu, pengobatan depresi dengan antidepresan dapat dibantu dengan terapi bicara agar efeknya semakin cepat dirasakan.

Sumber : health.kompas.com